Rabu, 20 Januari 2010

Senin, 18 Januari 2010 | 17:33 WIB
Jadi Jutawan Lewat Sengon
hutbun.cilacapkab.go.id

Bisnis kayu sengon (Albazia falcataria) cukup marak selama beberapa tahun terakhir. Kebutuhan akan kayu sengon memunculkan sejumlah petani sengon yang kemudian menjadi jutawan bahkan miliarder.

Kepada Warta Kota sejumlah pengusaha kayu yang dimintai konfirmasi membenarkan laporan Trubus, majalah pertanian yang menyebutkan bahwa sejumlah petani di Jawa telah berkembang menjadi jutawan karena kayu asal Maluku itu. Sebab sejak tahun 2008 harga kayu sengon mengalami lonjakan karena tingginya permintaan kayu sengon yang telah diolah dari dalam dan luar negeri.

Seorang warga Jakarta yang memiliki lahan sengon di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta mengatakan, untuk tanah seluas satu hektar seorang petani dapat menanam sekitar 200 batang sengon. Sejak 2008 harga satu batang sengon berusia lima tahun ke atas bisa mencapai Rp 800.000 - Rp 1juta per batang.

"Kalau hasil panen mencapai 1.000 - 1.500 batang Anda bisa bayangkan jumlah yang diterima pada saat panen," kata Nico, warga Ciputat.

Untuk biaya atau modal, sejumlah petani sengon mengatakan, untuk lahan seluas satu hektar seorang petani sengon menghabiskan dana sekitar Rp 75 juta - Rp 100 juta. Biaya itu menyangkut sewa tanah, bibit, pupuk, pagar dan tenaga kerja selama dua tahun. Untuk lahan milik sendiri biaya akan menjadi lebih murah.

Peluang ekonomi yang menjanjikan itu juga ditangkap oleh pemimpin Pondok Pesantren Al Amin, Sukabumi, KH Abdul Basith. Bahkan karena strategisnya sengon sebagai kayu yang memiliki fungsi untuk memulihkan lingkungan yang gundul, KH Abdul Basith kini mengembangkan pesantren khusus yang dinamai Pesantren Konservasi.

Selama dua tahun terakhir, KH Abdul Basith yang pernah mewakili kalangan pesantren pemerhati lingkungan hidup bertemu Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris itu rajin berkampanye di Sukabumi dan sekitarnya, tentang besarnya manfaat menanam sengon.

Dengan dukungan perusahaan air kemasan Danone Aqua dan pejabat terkait setempat, KH Abdul Basith juga mendampingi petani, khususnya di sekitar lahan kritis Gunung Salak untuk bertanam sengon. "Kalau saat ini sebuah keluarga muda memiliki putra atau putri yang duduk di kelas 1 SD, maka lima tahun lagi dia cukup menjual sebatang pohon sengoin untuk biaya masuk SMP," katanya.

KH Abdul Basith juga membuat rumusan teologis di balik upaya memperbaiki lingkungan melalui usaha tanam sengon ini. Setidaknya, katanya, ada tujuh ibadah atau perbuatan berpahala yang dilakukan manusia dari kegiatan merawat lingkungan dengan menanam sengon. Di antaranya ialah ikut memperbaiki lingkungan hidup memajukan ekonomi.

Namun sejumlah petani sengon menyebutkan bahwa sebelum kokoh sengon sangat ringkih oleh berbagai penyakit. Di antaranya adalah jamur, virus dan ulat. Jika tidak mendapatkan perawatan intensif berbagai penyakit itu bisa menghabisi tanaman. Selain penyakit tersebut, pohon sengon juga rawan oleh berbagai pencurian, dari pencurian kecil-kecilan berupa pencurian daun sengon untuk pakan ternak dan dahan untuk kayu bakar hingga pencurian besar-besaran.

"Tapi sekarang sudah tersedia berbagai jenis obat untuk mematikan penyakit itu. Kalau untuk pencurian tentu mengatasinya dengan pengamanan," kata Didik, serang petani sengon di Sukabumi.

Untuk menjual hasil sengon, para petani sengon, khususnya petani sengon di Pulau Jawa tidak perlu berusaha payah mencari pembeli. Begitu sengon genap berusia lima tahun atau lebih petani tinggal menelepon perusahaan kayu untuk melakukan negosiasi sebelum penebangan dan transkasi berlangsung. Sebab saat ini banyak perusahana kayu siap mendatangi lahan sengon untuk melakukan pembelian dengan menebang sendiri. (Willy Pramudya)


Budi daya tanaman sengon (Albazia falcataria):

  • Tanah yang baik untuk sengon ialah tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau berdebu dengan kemasaman sekitar pH 6-7.
  • Sengon termasuk jenis tanaman tropis, yang pertumbuhannya memerlukan suhu 18 -27 C. Ketinggian tempat yang optimal antara 0 - 800 m di atas permukaan laut (dpl), namun masih dapat tumbuh pada ketinggian 1500 m dpl.
  • Agar zat-zat yang diperlukan bagi pertumbuhannya lancar sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, Sengon juga tidak bisa tumbuh dalam iklim yang terlalu basah atau memerlukan curah hujan tahunan 2000 - 4000 mm dan kelembaban sekitar 50 -75 persen.
  • Sengon dibiakkan dengan bijinya. Namun sekarang sudah banyak tempat pembibitan sengon. calon petani sengon tidak perlu melakukan pembiakan sejak biji melainkan dapat membeli bibit dengan ukuran sekitar 30 - 50 cm.
  • Sengon ditanam dalam lobang tanam berukuran 30 x 30 x 30 cm
  • Jarak tanam 3 x 2 meter sehingga untuk lahan berukuran satu hektar bisa ditanami 1500 - 1600 bibit sengon (satu lubang untuk satu bibit sengon)
  • Penanaman sebaiknya dilakukan dalam musim penghujan, bukan musimk kering, sehingga diperlukan perawatan agar lubang tidak tergenang air
  • Selama musim kemarau harus dilakukan penyiraman yang optimum agar pertumbuhan dapat optimal
  • Pemupukan dilakukan dengan proporsional. Pupuk organik atau kandang lebih dianjurkan.
  • Penyiangan dilakukan dengan mencabut satu per satu berbagai gulma yang tumbuh di sekitarnya dengan hati -hati agar akar bibit tidak terganggu.
  • Pengawasan terhadap serangan hama binatang seperti semut, tikus rayap, dan cacing dan hama penyakit seperti cendawan dan virus.
  • Lahan harus bebas dari pengganggu atau komponen lain untuk memberikan ruang tumbuh bagi sengon.
  • Sebelum penanaman perlu dilakukan pengolahan tanah untuk memperbaiki struktur tanah dengan cara mencangkul atau membajak
  • Penyulaman, yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman yang baik. Penyulaman pertama dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah tanam, penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama (sebelum tanaman berumur 1 tahun). Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak tertinggal dengan tanaman lain, maka dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan yang intensif.
  • Berbagai perawatan seperti pemupukan, penyiangan, pengawasan terhadap hama diperlukan hingga sengon berusia dua tahun.
Senin, 18 Januari 2010 | 17:10 WIB
Pengusaha Butuh Banyak Kayu Sengon
hutbun.cilacapkab.go.id

Pamerah, Warta Kota

Kalangan pengusaha kayu di Jakarta dan Jawa Barat mengatakan prospek bisnis kayu sengon (Albazia falcataria), terutama sengon laut, masih sangat menjanjikan hingga beberapa tahun mendatang. Sebab permintaan akan kayu sengon di dalam dan luar negeri jauh lebih tinggi daripada persediaannya.

Kepada Warta Kota, sejumlah pimpinan perusahaan kayu dan perusahaan furnitur di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah yang sempat dihubungi melalui telepon Selasa (12/1) mengatakan, sampai awal tahun ini mereka tidak mudah memperoleh bahan kayu sengon, baik gelondongan maupun yang sudah dalam bentuk balok dan papan palet.

Karena sulitnya memperoleh bahan kayu sengon, sejumlah perusahaan kayu terpaksa proaktif mendatangi petani sengon, dan menebang sendiri hingga berbagai bentuk kerja sama dengan petani sengon.

Saat ini berbagai perusahaan memerlukan sekitar 1000 - 1400 m3 kayu sengon per bulannya. Namun dari keperluan itu hanya terpenuhi sekitar 600 - 1000 m3 saja.

Kondisi itu diakui oleh Redi Rahadian, pemimpin PT Albasia Raya yang berkantor di Sukaresik Sidamulih, Pangandaran Jawa Barat (Jabar), Amrizal Syahbandar Ahmad Mirozil Halim, Manajer Pemasaran PT Mitra Sejati Beribut, Cibitung, Bekasi, Jabar dan pemimpin Saloko Grup Pati, Jateng, Saloko.

Redi Rahadian dan Saloko mengaku bahwa saat ini untuk memperoleh stok kayu dalam jumlah yang cukup sesuai permintaan, mereka tidak hanya bisa menunggu pemilik kayu datang ke perusahaannya. Mereka harus proaktif untuk mencari lahan-lahan dan menemui pemiliknya.

Bahkan Saloko Group yang menjadi pemasok kayu untuk perusahaan-perusahaan besar pengolah kayu di Jawa Timur, harus melakukan pencarian hingga ke luar Jawa, khususnya Kalimatan. Sementara Redi masih berusaha melakukan pro aktif di sekitar Jawa Barat.

Berbeda dengan PT Albasia Raya dan Saloko Group, sejumlah perusahaan kayu di Purworejo dan Temanggung, Jateng hanya membeli di tempat mereka. "Jadi kami tidak melakukan pembelian di luar kota. Kami menerima di sini," kata Manager Pemasaran PT Indotama Omicron Kahar, Purwiorejo. Hal serupa dikemukakan oleh sejumlah staf perusahaan kayu di Temanggung, Jateng.

Ketiga perusahaan tersebut dan juga sejumlah perusahaan lain membutuhkan kayu dengan spesifikasi log atau kayu bulat, balken, balok (swan timber) terutama untuk sengon atau Albasia falcata. Untuk log atau kayu bulat, ukuran yang mereka tentukan ialah panjang 130 cm – 255 cm dengan diameter 18 – 30 cm. Untuk balken dan balok ukuran yang diterima ialah kayu dengan panjang 100, 110, 120, 130 cm; tebal 5,0 - 5.5 cm; lebar dari 6 cm dan seterusnya dengan kelipatan 2 cm.

Berbeda dengan perusahaan-perusahan tersebut PT Mitra Sejati Beribu Cibitung yang terletak di Jalan Imam Bonjol II No.38 Telaga Asih Cibitung, Bekasi lebih memerlukan kayu untuk bahan baku palet. Yakni papan palet dengan ukuran 120 x 15 x 3 cm dan balok ukuran 150 x 10 x 5 cm yang telah diserut

Berkaitan dengan harga, kebanyakan perusahaan mengaku bersedia berkoordinasi. Namun beberapa perusahaan di Jawa Barat mengatakan bahwa untuk kayu gelondongan dengan diamater antara 20 - 24 cm dihargai Rp 600.000 per kubik; diamater 25 - 29 cm Rp 650.000 per kubik; diamater 30 - 39 cm Rp 700.000 per kubik dan diamater 40 cm ke atas Rp 800.000 ke atas.
Di Jawa Tengah kayu dengan diamater 20 - 24 cm dihargai Rp 720.000 per kubik; diamater 25 - 29 cm Rp 820.000 per kubik; diamater 30 - 39 cm Rp 840.000 per kubik dan diamater 40 cm ke atas Rp 860.000. "Tapi harga itu adalah harga di sini," kata Sri Jumilah. (Willy Pramudya)

Jumat, 15 Januari 2010

Keajaiban Pembentukan Manusia

Foto dan Video Menguak Rahasia Proses Terbentuknya Manusia

Kamis, 14 Januari 2010

Berikut ini beberapa seleksi fotografer Swedia bernama Lennart Nilsson. Dia terkenal dengan foto2 in vivo emb rio manusia dan subjek2 kedokteran lainnya yang dulu dianggap tidak bisa diabadikan lewat foto.

Dia menggunakan sebuah endoskop untuk membuat gambar2 menakjubkan ini!

Dalam seri foto ini, dia menguak semua rahasia - bagaimana kehidupan berawal!!! Bukti keagungan Tuhan!!!



Perjalanan panjang sperma menuju sel telur




Sperma yang telah bersusah payah berenang siap membuahi sel telur..



Pembuahan



Dinding rahim yang baru siap dibuahi



Sel telur yang dibuahi menuju dinding rahim




Embrio mulai terbentuk, disini yang terlihat adalah awal pembentukan kepala



Sudah mulai berbentuk

















Manusia sempurna, yang siap berjuang melawan hidup...